Hello Strangers

Jumat, 25 Maret 2016

Sharing : Ujian Masuk Program Profesi Apoteker Unand 2016

Udah tiga minggu kuliah, belajar lagi, bikin tugas sampai muntah lagi (ini suwer haha)
Paska wisuda yang katanya bahagia itu, aku malah nge drop.. Sistem imun belum bisa beradaptasi dari enam bulan jadi pengangguran banyak acara dan Alhamdulillah jadi mahasiswa lagi. haha
Mau share sedikit tentang Tes Profesi Apoteker di Universitas Andalas.
2 tahun belakangan (dari akhir 2014), pola tes nya dirubah. Dulu tes nya ada tertulis sama wawancara. Sekarang diringkas jadi tes tulis aja. (terdengar mudah? Coba aja nanti!)
Selain itu kuota penerimaan juga semakin diperkecil. Dulu diterima bisa sampai 80 orang lebih, dibagi jadi dua kelas. Sekarang jadi 50 orang per angkatan (satu kelas). Tapi penerimaan tetap 4 kali setahun.
Bagi alumni Fakultas Farmasi Unand, kursi kelas Apoteker sudah di “pantat” mereka ( I mean sudah ditangan, tapi kan aslinya kursi emang di bokong).  Nah tinggallah sisa kuota dari 50 orang dikurangi jumlah alumni Unand yang daftar periode tersebut.
Inilah yang bakal diperebutkan sama sarjana farmasi dari kampus kampus lain, terutama kampus di Sumatera. Karena kebetulan yang punya program profesi apoteker di Sumatera baru ada Univ. andalas, USU Medan, sama STIFI Perintis, sementara perguruan tinggi farmasi alangkah banyaknya.
Periode ini,  Angkatan 2 Tahun 2016, Kuota 50 orang – 24 orang (alumni UA) = 26 orang (Non Alumni UA)
Soal biaya, per semesternya 8,7 juta untuk mahasiswa non alumni unand. Dikalikan 2 semester.
Tetap semangat yah guys… (nari nari ala anak cheers)

Minggu, 28 Februari 2016

HATTRICK

Jumat 26/2/16
Bisa semalaman gak tidur gara gara mikirin satu kata. Udah jam 3. Mau nanya siapa pula? Masa iya ngebangunin orang cuma buat nanya istilah istilah dalam sepak bola. Tapi sumpah ini kata katanya udah diujung lidah cuman ya lupaaa. Udah mangap mau ngomong, seketika otak redup lagi. Udah kayak “si bisu barasian, Taraso lai takatokan tido”

---tiga  hari  sebelumnya---

Kamis, 18 Februari 2016

Mantera Legilimens ^^ Occlumency ^^ Sebelum Gila

Jari jemari ini tak lincah lagi merangkai kata. Bukan untuk menghasilkan barisan huruf yang puitis saja, bahkan untuk mengungkapkan bisikan hati secara real, dan terbuka pun jari ini terasa membeku. 

Oke.. coba baca fikiran ku dengan mantra Legilimens dalam pelajaran Occlumency ala Serial Harry Potter? 
Dalam benak ku sekarang, rencana hidup yang aku buat dan aku revisi tiap waktu, semua berlarian, berputar putar, tak jarang saling menyenggol dan jatuh. Ada yang bangkit, semangat lagi berlari, tapi ada malah yang jatuh pingsan berdarah darah. Si "U" yang berdarah. Disaat bersamaan Si "K" yang hilang arah. "K" terlalu idiot untuk tau bahwa dia menciderai sahabatnya "U"
Beruntunglah "U" ternyata masih punya emak. masih ada yang merawatnya. 
Jangan bayangkan "K" yang sebatang kara. Mau mengadu sama siapa??

Lain lagi cerita "W". Dia menjadi tenar di kuartal IV tahun kemaren, 2015. Dicari cari dan ditanya semua keluarga. Memang seharusnya disaat itu dia merdeka, bisa bahagia dan bisa pula beranak pinak jadi "I". Namun apadaya, "W" harus ikhlas menunggu sampai Maret untuk di pinang (yang notabene buang waktu 6 bulan dari USAHA YANG TELAH AKU KERJAKAN MATI MATIAN) 

cukuplah cerita "W", dia menjadi tidak menarik lagi setelah diundur dan ditunda. Aku marah tapi siapa peduli. Mereka tak tau perjuangan mengejar "W" agar genap 4 tahun (I DID,.... but who cares?) dan "U" tak perlu terseok seok lagi untuk keperluan ini dan itu. 

Aku tak berharap kalian mengerti isi kepalaku yang miring ke samping ini. Aku hanya lelah sedikit. sedikiiit saja. Semangat membara masih sama. Aku ingin selamatkan "K" dari kemungkinan kemungkinan GILA. Dia semakin liar, semakin hilang arah. Yang aku takutkan di fase manianya hilang dan berganti depresi, itu artinya aku harus tinggal disini, di ruang dingin ini, meracik obat dengan suara stamfer dan mortir yang beradu girang, menjadi kelas bawah namun ilmunya dikuras habis habisan, kesempatan "K" menjadi mania lagi jadi semakin kecil. DAN AKU MENUA. AKU TUA. AKU DUA PULUH DUA DAN TIDAK MAU TUA.

Hei,, kamu masih bisa baca isi fikiran ku? masih berlaku mantra Legilimens? 
Kau bisa lihat sekarang si "K" harap harap cemas menunggu penggumuman, Vonis dari pengadilan. Apakah dia bersalah melukai "U", atau terbebas dengan alasan psikologis??? 

Aku berharap dia Bebas... Karena kehidupanku kedepan dan isi kepalaku dari  A-Z ditentukan oleh nasib "K". Aku janji,  "K" yang sekarang, yang hilang arah, disorientasi,  akan pulih 12 bulan mendatang menjadi pribadi baru yang lebih dewasa. Dan siap menjalani "K" yang sebenarnya berfungsi dalam kehidupan. 


note : Pengumuman tes diundur sehari, jantung yang tadinya dagdigdug jadi makin menceracau tak jelas. semoga rezeki disini, AAmiin. 

Rabu, 09 Desember 2015

1000 Guru Sumbar.. Rancak Banaaaa

4-6 Desember 2015

Tiga hari mencoba lari dari zona nyaman, tapi kenyataannya disini bersama kakak kakak 1000 Guru Sumbar yang  luar biasa ini, malah berasa sangat nyaman. I swear.  Yang awalnya gak saling kenal, terus keluar pengumuman volunteer,  mulai stalkingin sosial media yang di mention di instagram, dibuatkan grup buat chit-chat, terakhir dikumpulin di taman budaya selama 4 hari berturut turut buat ngebahas acara kita. Bertemu dengan orang orang baru dalam waktu singkat, menjadi akrab, itu menurut ami, ini masuk pelajaran teori zona nyaman lagi. Masih ada yang bisa membantah teori kenyamanan? Ada yang bisa bantu selesaikan perkara comfortzone ini? *skip *skip *skip

Senin, 7 Desember, setelah sibuk ganti display picture dan upload foto ke sosmed bersama anak anak SD yang masih lugu dan polos dan kakak kakak yang memakai baju seragam bersablon dengan tulisan  1000 Guru Sumbar masih menimbulkan pertanyaan, banyak chat yang terabaikan. Ada yang bilang KKN, KBM dan lain sebagainya.  Ami pikir ami udah jadi volunteer dari kegiatan paling mainstream tahun ini. Ternyata masih banyak yang gak tau apa itu 1000 Guru.
                                    

Rabu, 04 November 2015

Temen Random Temen ALIG

Seminggu jadi pejalan~~ nganterin orang jalan jalan

Ada yang berpendapat  gue terlalu nekad, terlalu mudah percaya orang baru, terlalu berfikir “semua akan baik baik saja”.  Ada yang salah sama pikiran terbuka gue (terhadap orang orang yang menurut gue baik), ada yang rancu soal arti prinsip “positif vibe” yang gue anut.  Untuk beberapa alasan gue setuju, tapi nekat sama ceroboh punya batas lo. Hehe masih aja ngeles. Ya udah, gue terima kritik dan masukan yang membangun.

Menawarkan diri jadi guide sebenarnya agak berlebihan ya buat cewek kayak gue. Seolah udah paham bener yang mau dijalanin. Haha. Awalnya cuma iseng, basa basi gitu ngajakin teman di sosmed mampir jalan jalan liat indahnya Sumbar. Dan diseriusin, disinilah kredibilitas gue sebagai pelontar ajakan traveling dipertaruhkan. Duo traveler yang ngaku ngaku beckpeker gembel nyampe Padang, Senin 26 Okt 2015 tengah malam. Dimulailah kesibukan dengan jalan jalan yang gue rancang sendiri, jalan ke tempat yang gue mau, jalan dengan siapa yang gue mau, nelponin penyewaan motor, nyariin tempat numpang tidur, mikirin lokasi wisata yang mau dituju, sampe mikirin mau makan apa juga otak gue yang dipake. Soalnya tiap ditanya mau makan apa, semua pada jawab: terserah. Sekedar info, di Padang gak ada nama makanan terserah. haha






Banyak pelajaran singkat dari jalan seminggu bareng teman random yang sedikit gila. Pelajaran bagi diri sendiri lebih menuntut perhatian. Gue terlalu fokus sama tugas gue sebagai guide sampai banyak fakta fakta yang gak bisa didapat begitu saja dari percakapan alakadar antara kita. Haha. (Bahasa nya bikin ngakak asli). Tapi ini emang pelajaran penting buat di evaluasi, gue bisa dengan mudah ngajak orang asing ke kehidupan gue, tapi gue disana cuma jadi semacam background aja diantara mereka. Jembatan istilah yang sering gue denger. Ngerti gak sih?  Misalnya ini sebuah novel, gue penulisnya, gue yang punya ide, tapi ternyata gue cuma mampu menulis dengan sudut pandang orang ketiga,  tanpa gue ikut dalam cerita tersebut. Paham?

Kesenengan orang emang beda beda ya. Dari teman teman baru ini gue bisa jadi lebih mengenal sahabat sahabat gue. Selama ini gak terlalu care sama apa kesukaan dia. Ada yang lebih suka nongkrong di café, ada yang doyan naik kora kora pasar malem, ada yang cukup bahagia dengan duduk di warung kopi pinggir jalan, ada yang lebih sederhana lagi kebahagiaannya, nunggu wisuda. Sekarang makin paham passion masing masing kemana. Buat perjalanan itu sendiri, gak semua temen bisa diajakin jalan sampe gempor kecape an, gak semua bisa naik tangga sampe ribuan, gak semua kaki bisa lari larian sambil ketawa ditengah hujan. Gue paham itu, tapi sejauh yang gue tau sebagai pejalan awam, kalo mau reward view yang cantik emang harus disertai perjuangan. Gue rela deh bawain beban beban berlebihan mereka, bawain sepatu, atau apapun yang bisa meringankan beban hidup mereka. Yang penting kita sama sama nyampe puncak. (ceilaah, pencitraan banget).
 
 
Terakhir, kesan gue buat seminggu yang luarbiasa ini, gue masih ngiri sama yang bisa jalan jalan keluyuran di nusantara bareng sahabatnya. Mungkin gue bakal nyari nyari kontak sahabat lama, temen SD mungkin, buat gue ajakin liburan. Keluyuran di negeri sendiri, bukan sebagai turis, tapi sebagai anak bangsa yang belajar menghargai arti perjalanan.  Tapi nunggu kerja dulu kali ya, biar bisa ngerasain bahagia  jalan sama duit sendiri itu gimana. Ah, makanyaa cepet selesaikan kewajiban mi. Fighting !!



Minggu, 18 Oktober 2015

Negeriku, pesonamu hilang terhalang kabut.

Oh hai, maaf suara agak serak, lagi batuk, badan kurang enak, mata perih, hidung mampet. Kemaren hari minggu baru balik dari liburan sepekan di Bukittinggi. Sepanjang perjalanan berasa meriang, tambah lagi hujan rintik rintik mulai dari Lembah Anai sampai Lubuak Alung. Ah, ternyata parasetamol generik yang kemahalan dibeliin keponakan tadi ini “onset of action” yang lama. Udah satu jam masih belum terasa khasiatnya.

Dalam perjalan hanya diam, tak bicara sedikitpun bahkan untuk beramah tamah dengan sopir travelpun tak sempat, sibuk mengontrol kondisi tubuh agar tak tumbang sampai di Padang. Headset terpasang di kuping, Dami Im semangat sekali menyanyikan “gladiator”, sesekali Banda Neira ikut meningkahi dengan akustikan sederhana namun menyenangkan telinga. Ada juga Family of The Year dengan Hero…  Syahdu.

Aku menyukai setiap perjalanan, bahkan untuk perjalanan yang keseribukali sekalipun, mataku akan tetap terjaga, sibuk melihat papan penunjuk jalan, melirik pasar pinggir jalan penyebab macet, melihat sungai berpadu mesra dengan hijaunya lembah. Aku terpesona.

Tapi ada yang berbeda. Kali ini pesona negeriku tak seperti biasa, ada kabut yang menghalanginya. Pandanganku hanya terhenti sekitar limaratus meter, setelah itu semuanya sama, berbingkai asap putih keabuan.

Masih terbatuk batuk, aku tetap memandangi arah barat dan timur yang seharusnya kulihat Gunung Marapi dan Gunung Singgalang berhadapan, saling sapa, saling bercengkrama tentang tingkah polah pendaki atau kadang saling memamerkan siapa yang paling banyak pengunjungnya. Koto Baru memang punya magnet tersendiri bagiku. Belum lagi tetangganya, Pandai Sikek yang  masuk bucketlist 2015, pengen liat tenunan kebanggaan Sumatera Barat yang ada di uang limaribuan. InsyaAllah akhir bulan ini, aku aminkan dalam hati.
Lain lagi pesona air terjun Lembah Anai, tepat di pinggir jalan Silaiang, menghipnotis semua mata agar memandangnya. Selalu ramai, bahkan ada yang berenti di seberang pagar pembatas pinggir jalan hanya untuk merasakan percikan airnya. Sayang kabut mulai menganggu keelokan pemandangannya.

Aku coba pakai masker, tapi kurang nyaman. Jadi ingat komentar teman yang juga gak bisa pake masker. Katanya pakai masker sama aja ngebunuh pelan pelan, “Mati dek angok awak surang lebih menyedihkan, dak bisa nyalahan Pak Presiden do”. Kemaren lelucon sederhana ini bisa buat terpingkal pingkal, dan sekarang sudah mengerti rasa kurangnyaman itu ditambahlagi ini flu batuk gak berenti berenti. Kayaknya batuk ini ulah kabut asap. Soalnya kabut di Bukittinggi jauh lebih parah daripada di Padang. Padahal sudah hujan tiap hari, kabutnya tetap berasa dekat, jam 10 pagi berasa jam 6 subuh. Menyebalkan.

Pertanyaan yang bernada pasrah ini selalu aku tanyakan. Sampai kapan? Sampai kapan pengap begini? Kangen banget sama langit biru, rindu sama sunset di Pantai,  kangen ngerimba, kangen hijaunya alam Sumatera Barat, rindu ketinggian agar bisa memandang bukit barisan di kejauahan.
Mau mengadu sama siapa? Pak Presiden lagi? Pak Menteri? Tanggapannya lama, mungkin asap belum sampai ke Istana. Kepada pembakar hutan? Mereka cuma punya korek api saja.

Bencana ini bukan hal baru, tapi belajar dari masa lalu, kenapa selalu terulang. Semacam sudah jadi jadwal rutin buat mengasapi nyamuk nyamuk yang mulai berkembang ganas. Kami di fogging. Kemudian mati. Tamat.

Epilog:
   Kepada siapapun yang merasa bertanggung jawab atas bencana ini. Bertindaklah secepat api membakar lahan lahan kering. Secepat bara dalam lahan gambut menyala lagi tertiup angin. Selamatkan paru paru dunia, paru paru bangsa ini, paru paru kami, anak bangsa. Selamatkan otak kami yang mulai kekurangan oksigen.



Minggu, 17 Mei 2015

EPIC FAIL 2891 mdpl


Entah kenapa perjalan kali ini terasa berat. Puncak terasa lebih jauh. Dingin lebih menusuk, diserbu hujan dari rintik sampai paling deras. Ngerasain Gempa tengah malam di pinggang gunung. Hanya bisa menertawakan beban hidup, gak bisa tidur soalnya teman ngetrip pada gila. Dan yang paling Unexpected : never ending said “Pak Buk” buat nyapa pendaki lain saking ramenya orang naik gunung. Kali ini bisa ketemu anak umur 2 tahun di gendongan ibunya sampai kakek nenekyang bawa carier.
Sayang Puncak belum bisa jadi hadiah, Pulang selamat tetap jadi prioritas, Hujan deras bikin semua basah kuyup, jas hujan gak banyak ngebantu, logistic semuanya kebasahan. Hasil voting banyak yang memutuskan turun saja, puncak belum rezeki kita. Nanti klo di puncak hipotermia gimana. Belum lagi ada satu anggota yang lemah banget fisiknya. Ya gapapa lah.

Rasa rasanya puncak Merpati, tugu abel dan Taman edelwise masih belum berubah sejak 2011 lalu, saat kita anak SMA yang lugu lugu ikutan naik gunung, tanpa tenda tanpa logistic memadai, cuma bawa roti sama indomie, hahaha Gila.. 


           xoxo


Marapi, Sumatera Barat, 15-16 Mei 2015

Rabu, 08 April 2015

Sarasah bikin Basah!!

Itu caption yang dibikin mbak rim di akun instagramnya paska hiking nekad asetilkolin ke air terjun sarasah. Anak farmasi tahun akhir pada sibuk skripsi tapi tetap gak mau ketinggalan soal explore SUMBAR. Nekad? Kenapa dibilang nekad?? #karena aku sayang kamu
Rencana awal, janjian on time jam 9 di kampus. Tapi dari pagi hujan turun malu malu meong. Hampir reda, sibuk nge ping ping anggota, di grup mulai ribut ada yang baru mau mandi, rempong deh ibu ibuk yang biasa ke salon di ajakin hiking, eeh tiba tiba deras lagi.  Tahan langkah dulu. Jam 11.00 am mulai cerah, kumpulin anggota di kosan, langsung menuju lokasi. Kata tante-nya teman : Namanya nyari mati pergi ke sumber air dari entah dataran tinggi mana pas hujan hujan gini, gak takut galodo? Gak sayang nyawa? 
Haha.. iyasih, tapi mau gimana lagi udah matang planningnya.

Minggu, 29 Maret 2015

Jangan Panggil saya Anggun : Anak Gunung


(Tak perlu tertawa pada gunung dan laut karena gunung dan laut tak punya rasa)


Sepenggal lirik dari Band Indie yang lagi ami suka, judulnya Cerita Gunung dan Laut. Kebetulan jadi soundtrack pas ami lagi mengunjungi  gunung dan laut. Awal bulan kemaren pergi melala buah kecewa ke Pulau Angso duo di Pariaman. Menikmati surga kecil yang berusaha ami ciptakan karena kekecewaan dan ketidakhokian lagi nimpa ami.
Quote lagi dari ami : “di puncak suntuk dan puncak rasa tidak bersyukur, cobalah lari sejenak dari hidup. Pas kembali lagi, everything getting better. Percayalah.”

Selasa, 17 Maret 2015

Pulau Angso Duo


Pernah bikin rencana traveling seru keluar kota bareng teman teman kampus? Dan dikecewakan?? Hanya karena gak bisa bangun pagi? Apa saya terlalu egois minta teman teman bangun subuh?
Hualaaah
Menyebalkan!

Minggu, 04 Januari 2015

Bencoelen, Berkunjung ke Bumi Raflesia di Penghujung 2014

Ini hari ke 3 bulan Januari, sudah 2015 ternyata. Sulit menyimpulkan 2014 ini. Yang jelas perasaan bertambah tua semakin terasa. Oh 21 years old, make me forever 21.  Haha. Btw Happy Nu Year All..
Mau sharing tentang liburan akhir tahun?? Kalo di negara empat musim berarti ini liburan musim dingin ya.
Dan setelah dua tahun terjebak sebagai mahasiswa parttime kerja, tidak ada liburan berarti. Dan Alhamdulillah kali ini dapat izin liburan ke kota tetangga, Bengkulu. Walaupun harus mengikhlaskan kunjungan keluarga besar ke PekanBaru –  Duri – Dumai. Ini bukan masalah ami lebih milih liburan dengan teman teman dibanding dg keluarga, tapi ada sedikit miss communication. Mama seperti sengaja, menyembunyikan rencana liburan dan dengan mudahnya ngasih izin ami ( biasanya susah).
Yah, hidup masalah pilihan.


Siapa yang mau menyia nyiakan, punya banyak teman dari Bengkulu, sekampus, sekelas, sudah 3,5 tahun, tapi gak pernah tau seperti apa Bengkulu. Aah kasiahan sekali. Makanya ami bela belain bbm Maya, konfirmasi lagi, apa tawarannya kemaren masih berlaku? Penginapan dan makan gratis. Mengiurkan!! Haha
Bongkar celengan, wahaa lumayan, terimakasih deretan pahlawan yang bikin dompet penuh, terimakasih gaji parttime sebagai asisten apotekernya Pak Bos.  liburan ini pakai duit pribadi.
Bengkulu, 702 km dari Padang, Kurang lebih 15 jam perjalan dari sini. Aaah pasti bakal jadi perjalanan awesome. Iya awesome gempor duduk di bus Tanjung Indah. Melewati Jl Lintas Tengah Sumatera, bisa liat rumah Lusi di Dharmasraya, persimpangan jalan rumah Ria dan Diana di Muaro Bungo, melalui Kepahiang yang bikin mabuk kepayang saking banyak beloknya (tapi masih bedatipis sama jalur sitinjau lauik dan silaiang).
Kota Bengkulu sendiri gak jauh beda dengan Kota Padang. Perbedaan paling mencolok yaitu jumlah pohon rindang disini lebih banyak, mungkin ini penyebab beda iklimnya haha.  kadar sejuk Bengkulu ami kasih point 7, sedangkan Padang poinnya cuma 3. Di Bengkulu mau keliling kota jam berapapun gak bakal bikin baju kuyup basah keringat, kecuali sambil lari lari.
Selama di Bengkulu ami nginap di rumah Maya “Mae” Theana. Hijaber cantik, sahabat di kampus yang elok nian. Ibuk Mae baik sekali, Debi jugo. Ami benar benar segan, makan gratis nginap gratis. Nambah teman baru, ada Gilang Pacar Mae, yang rela jadi sopir nganter jalan jalan kemana mana, Ibuk Gilang yang kasih ami batu akik, Redho, Made, siapo lagi yo? Haha ucapan thanks to untuk Mae, Lia, Nanda, Gok, Frengki, dan teman teman di Bengkulu lainnya.
Hari pertama, pesta nikahan Bunda mae, menyenangkan bisa liat langsung prosesi nikahan di Bengkulu. Besoknya mulai eksplore, jogging ke taman remaja, masuk ke taman satwa, berlanjut ke rumah gilang, terus ke Benteng Marlborough, foto foto di Tugu Pers Bengkulu, Lanjut ke Bengkulu Indah Mall (BIM) nyari makan, berakhir di Pantai Panjang.
Hari ketiga ada acara “OLD TOWN MARKETING FESTIVAL”. Acara akhir tahun yang diadakan mahasiswa Univ.Bengkulu. Ada costplay, stand up comedy, fashionshow hijaber community dan banyak lagi stand stand kreasi anak Bengkulu. Puas keliling nyamperin temen temen lama Mae & Nanda, lanjut ke Pasar BaruKoto, makan Mie ayam BKL. Oiya Mie ayam di BKL beda sm mie ayam di PDG. Ami sempat binggung, tapi masalah makan mah perut gak bisa nolak, lanjut lagi keliling kota, ke Sport Center nonton konser Mahadewa (tapi gak jadi) udah malam.
Hari ke 4 baru tour keluar kota. Rencana awal mau ke Kepahiang trus ke Curup, tapi ditengah jalan jadi hiking dadakan. Bersyukur banget bisa liat Bunga Reflesia Arnoldi di kunjungan pertama ke Bengkulu, bahkan teman ami yang anak Bengkulu asli pun baru pertama kali liat Raflesia., kembar pula. Awesome dah. Kemudian lanjut ke rumah Gok, trus diajakin ke Kebun The Kabawetan, trus city tour (istilah kerennya) keliling kota Kepahiang dengan Gedung Putih “White House” ala ala Washington DC. Balik ke Kota sehabis magrib, jalan di daerah Gunung lumayan berlikaliku bikin ngilu.
Hari ke 5 dilanjutkan dengan wisata sejarah. Mulai dari Museum Bengkulu dan disambut Ande Nanda yang dinas di museum. Senang kali ya kerja di museum kaya Ande, belajar sejarah lagi, sehari hari ngurusin benda benda bersejarah. Tapi jurusan ami farmasi, yasudahlah. Hahaha. Lanjut Makan es cream goreng di RCB (Rumah Coffe Bengkulu), lanjut ke Rumah Pengasingan Bung Karno yang nambah pengetahuan sejarah lagi pastinya. Selanjutnya makan malam di Steak Wow. Nyari makan di Bengkulu lumayan gampang, harga dan rasa manusiawi.
Hari ke 6 kayaknya tiada hari tanpa jalan jalan, sekarang jalan ke Mega Mall Bengkulu mau nonton Assalamualaikum Beijing tapi belum tayang jadilah nonton Night At The Museum 3. Puas keliling Mall, mari jadi anak gaol BKL, nongki nongki di Tower.
Ini lagi kelebihan Kota BKL, sepertinya ini kota pantas dapat gelar kota ramah anak, Setiap sudut kota banyak taman taman yang rame dikunjungi anak anak. Ada arena main sepatu roda, ada yang main sepeda, di depan rumah walikota banyak anak anak ngasih makan rusa. Di Padang mah jarang, Panas soalnya.. Satu lagi, Kendaraan di Bengkulu gak ada yang ugal ugalan, angkotnya nyantai aja, Macet macet di lampu merah gak ada. Paking jalanan rame pas jam pagi sama pulang kantor, itupun gak bikin macet.
Hmmm.. Selesai sudah liburan seminggu. Ami harus balik ke Padang, Kesimpulan seminggu di Bengkulu: Bengkulu termasuk kota idaman ami, mulai dari sejuknya, tata kotanya, wisatanya, alamnya, nama jalannya, orang orangnya yang ramah, cowok cowoknya hehehe.

----------------------

Minggu, 21 Desember 2014

CURHAT... MAU CEPAT TAMAT

Timeline
Udah lama gak dengar logat Thailand. Niatnya nonton film Thailand terbaru hasil minta minta sumbangan film dari teman. And yeaaah.. Timeline.

Gak ada ekspectasi berlebihan, soalnya yang main juga bukan idola ami, tapi who knows? Sepanjang part nya pasti bikin mata berkaca kaca. Entah ami yang cenggeng atau lagi sendu. Tapi asli, isi ceritanya nyata gitu. Mulai dari kecil Tan sayang banget sama ibu, gak mau pisah. Tapi akhirnya sampai di satu masa saat kita ingin ngerasain juga tinggal jauh dari ibu.

Senin, 01 Desember 2014

OFI 6 (Olimpiade Farmasi Indonesia) Rancak Banaaa!!!

Entah kenapa hujan terlalu bersemangat membasahi tanah kota Padang. Semenjak pagi tak ada kata berhenti. Mencurigakan, jangan jangan hujannya pake pengawet. Akibatnya semua aktifitas tertunda, gara gara banjir plus “mager”. Bawaannya mau gulungin badan dalam selimut.
Instruksi panitia tadi pagi, katanya kami_delegasi dari STIFARM dijemputnya jam 6 sore. Sempat ada opsi pergi jam 4, tapi malas lah, orang dari jauh aja belum datang, masa iya kami yg cuma jarak 5 menit udah ngisi kamar.
Hmm.. malam pertama di penginapan. Kebetulan tahun ini nginapnya di BAPELKES SUMBAR.  Selesai makan malam, langsung acara penyambutan delegasi dan sedikit pengarahan “Teknikal Meeting” dari Bapak Sofyan. Nyari nyari kenalan baru, tapi masih agak malu malu, atau pada kecapek an kali ya, abis perjalanan jauh.
Kenalan pertama Verni dan Leo darin Univ.Sanata Darma, Jogja. Tapi pas nanya nanya ternyata Verni sendiri dari Pontianak.  Kuliah jauh ke Jogja.. ih coba kalo dulu dibolehin juga kuliah jauh jauh. Pasti seruu..
Dan malam ini berakhir dengan tidur di kamar 104. Semacam nyasar di kamar 104. Isinya delegasi dari kampus kampus impian anak Indonesia. Ada Fitria delegasi UI, Walidah dari USU, Yulia Lie Yanda dari ITB, dan terakhir saya sendiri Rahmi Purwaningsih dari STIFARM Padang.

Minggu, 16 November 2014

This is how I spent my weekend ^^ Nonton maraton Resident Evil

Jangan fikir nonton maraton artinya nonton sambil lari. bukaaan... ami maksud nonton maraton, nonton gak henti hentinya. Dari sabtu sore sampai malam minggu berakhir dinihari dan diteruskan sampai hari minggu habis. pasti pada mau ngatain ami jones kan.. ah gak lah ya, jomblo gini tetap malam minggunya berkelas.

diawali sabtu yang panjang dan melelahkan. ami bikin kesalahan fatal (tapi tetap lucu). ami abis nge_bajak BBM nya teman. Ranti marah besar, ngambekan, gak mau bicara. Biasanya emang jail gini klo ada hape yang ditinggal pemiliknya, malah jadi lucu, perasaan ami juga sering jadi korban tapi mungkin kali ini jailnya ami keterlaluan. Entahlah... darimana dapat inspirasi ngebajak tentang cinta cintaaan, trus ngepost juga di grup angkatan. jadilah bahan bully_an. tapi semua orang tau kok itu cuma hasil bajakan. mana ada yang percaya kalo pernyataan cintanya maksa gitu. haaa ami ngeles terus ya. iya deh ami minta maaf. sebagai kesatria bertopeng cinderela, ami akui ami salah. walaupun ami ngerjainnya gak sendiri. rame rame. nyebelinnya yang lain pada cuci tangan dan bilang gak tau apa apa. cuma ketawa aja, ah mampus lah mi..

Suntuk. nyampe rumah gak tau mau apa. Skripsi sampe Bab 3 udah diserahin sama pembimbing dua, ibunya bilang mau baca dulu. senin temui ibu lagi. jadilah malam minggu gak ngapa ngapain. istirahat setelah 2x berturut turut malam minggu pacarannya sama skripsi.

The way I treat my self
Buka buka laptop, nemu Resident Evil 1-5, untuk kesekian kalinya ngulang film ini. tapi ndak masalah. yang penting happy. Milla Jovovich tetap menawan. Umbrella corporation, red queen, T virus, experiment, biohazard masih menghipnotis. padahal 2015 udah mau realease lagi RE Rising... aaaaah kudet.

sepanjang nonton filmnya, ngerasa film indonesia gak ada apa apanya. merasa peradaban kita mundur, atau malam ami yang gak maju maju. atau cuman kitalah yang gak tau apa yang orang lakuin di bawah tanah. eksperimen yang dibiayain perusahaan besar, kloning manusia yang menyalahi etika (sedang gak di kloning aja penduduk indonesia udah kaya gini) dan perasaan waktu nonton filmnya : ami pengen jadi pemeran utama aja, biar gak mati mati.

Pesan Moral
Setiap tontonan pasti ada pesan moralnya (kecuali acara di tipi yang cuma joget joget). bahkan film kartun tanpa suarapun yang pernah ami tonton, pesan nya sampai ke hati.nah di Resident evil ni juga. tapi ini cuman opini ami pribadi ya.

1. Kesalahan kecil berakibat fatal. jadi seriuslah dalam hal hal kecil sekalipun.
Di RE pertama, spenser yang nyuri T virus sengaja ngebuang t virus sampe pecah. disitu awal musibah nya. padahal cuma nyuripun masih aja ngebuang buang virus sembarangan. coba kalo dia ambil aja seberapa perlu. pasti cerita zombie zombie nya gak banyak. palingan nanti cuman bio organic weapon (BOW) nya yang ngeri, bukan zombie.

2. Tirulah Zombie
Zombie di film ini ngejar ngejar yang masih hidup untuk memenuhi kebutuhan dasarnya : butuh makanan. ngerinya mereka rame rame, di gigit sedikit aja hitungan berapa menit si korban jadi zombie juga. tapi yang spesialnya dari zombie, meskipun dia makan manusia, tapi dia gak suka makan teman (ehm, jomblo cerita nyindir ni, tentang teman makan teman)

3. Jadilah pemeran utama
Kenapa??? karena pemeran utama gak bakal mati. coba kalo masih jadi orang biasa, pasti dimakan zombie juga ujung ujungnya, sejauh apapun berlari, ke alaska pun, baik arcadia pun. PERCUMA!

4. saran nomor tiga salah!
yang benarnya jadilah pemilik perusahaan Umbrella Corporation. Wesker gimana gimanapun lukanya, sampe kepala bolong pun, otaknya berceceran, nah pas di RE Retribution masih idup, malah dia manggil alice lagi, memimpin manusia manusia terakhir sebelum punah.


eh, sekian dulu...
gak sabar nunggu RE 6.. kabra kabarnya Milla Jocovich udah ngelahirin anak ke 2. jadi project alice nya bisa dilanjutin lagi. wehehehe..

Kamis, 13 November 2014

Ketika Hujan Turun, Berdoalah....

Ketika hujan turun, berdoalah

Hujan…
Sebagian orang menikmatinya
Sebagian lagi dapat basahnya saja..

Hujan kadang hanya dianggap sekedar air pemyiram debu jalanan
Sebagai penyejuk dikala panas berdengkang
Atau pemanja diri di dalam selimut saat pagi menjelang
Dan mata terlalu lelah batanggang

Tapi kadang hujan bisa jadi menyebalkan
Mengotori tapak sepatu baru hadiah ulang tahun dari ibu
Membasahi kuncir kuda rambutku
Paling sialnya kena percikan air kubangan mobil lewat
Sampai sekolahpun terlambat

Apapun tentang hujan
Jangan jadi serta merta menyebalkan
Mengutuk  sesuka hati
Bersyukurlah karena hujan adalah jalan malaikan menabur rezeki
Berdoalah dikala hujan
“Doa tidak tertolak pada dua waktu, yaitu ketika azan berkumandang dan ketika hujan turun.”

(HR. Al-Hakim & Al-Baihaq)

Selasa, 04 November 2014

Adriana.. Antara cinta pada adipati dan kagum sama eva celia #eaa

"Dari tempatku berbaring, aku melihat kepala kepala Sang Pangeran bergelimpangan dan menghilang. Aku yang mengharapkan kedatanganmu adalah Adriana"

Siapa bilang film Indonesia gak bisa bikin ami histeris…
Hahaha iya barusan cerita sama kak amel kalo standard bagus tentang film film ami batasi dengan “standard tinggi”. Susah nyari film Indonesia yang wokeh yang bikin standing applause,, sikiiit.
Adriana? Siapa yang udah nonton?

Rabu, 29 Oktober 2014

First experience always be a story ^^

Jadwal hari ini full. Kuliah pagi, lanjut ujian. Nemuin pembimbing II, ke perpus. Terus janji nonton bola di gor. Dan amazingnya ami gak tidur semalaman. Efek kapucino. Menyebalkan. Pernah insomnia kan? Seniat niat apapun begadang buat ngafal bahan ujian paling gak jam 2 udah tidur. Ini udah jam setengah empat belum tidur. Dari pada buang buang waktu, baiknya jadi insomnia yang produktif.  Lanjutkan system kebut semalam. Sampe subuh. Abis sholat baru tetidur, sejam cuman.
Jadilah pas kuliah badan meriang, untung aja ujian aman. Gak lagi lagi minum kapucino. Tanpa kapucino pun mata ami sanggup bertahan lewat tengah malam.

Pas di perpus dikasihin tiket sama da oping, dasarnya ami alay. Langsung foto. Tiket ami sama lusi. tiket nonton bola di Gor Agus Salim, yang main  Semen Padang  vs  Arema.  Salahnya ami kenapa foto yang dua tiket. Padahal tadi ada tiket da oping sama edo ada juga colay.  Kan jadi kontroversi, komenan teman teman tuh nusuk, sakitnya tuh disini.
“Cie yang punya pacar nonton bola ni”. “Heh, nonton moy? Tiketnya dua? Emang punya pacar?”
Aaaaaahhh. Whatever.

Ini  pengalaman pertama, setelah tiga tahun nge kost cuma jarak ratusan meter dari Gor. And first experience always be a story.
Petjah!!!



Senin, 20 Oktober 2014

Frozen Frozen Frozen

Let it go... Let it go.... Can't hold it back anymore
Let it go.. Let it go... Turn my back and slam the door "

Frozen!! Siapa yang belum nonton????
Ahaha kalian kudet! Ami udah nonton dong. Tapi baru tadi sore. Jiahahaha,
Ami mau cerita sedikit apa yang ami rasa after watching. Seperti biasa, bukan mau bikin referensi ala professional. Hanya menuangkan what I feel.

Mungkin ami yang ber ekspektasi terlalu tinggi, dan lupa kalo ini film anak anak yang  penuh dengan pesan moral.  Bukan untuk mahasiswa farmasi semester tujuh yang biasa nonton the hobbit, x-man, transformer, life of pi dan 500 DOS.  Isi ceritanya terlalu simple.

Frozen. Beku. The best part: Queen Elsa kabur ke North Mountain bikin istananya sendiri dan ganti costum sambil nyanyi let it go. Waaaah amii histeris. Soalnya emosi lagi klimaks pas Princess Anna sama Queen Elsa  berantem. Langsung deh kebayang Ami sama Uni Puput saling teriak, nyumpah nyumpah gak jelas dan endingnya ngadu ke mama, Tapi Anna sama elsa gak punya orang tua lagi. Alhamdulillah Ya Allah, ami masih lengkap. Pa, Ma, Uni.  Loveya to the Pluto and back. *karena tothemoon terlalu  dekat dan mainstream.

Selasa, 03 September 2013

after watching 127 hours

Tuesday, 3 September 2013
After watching 127 hours about a climber, a canyoneer...
Closing music masih sekitar 3 menit lagi. Mau bikin sedikit re view tentang film barusan.  

Ceritanya tentang seorang petualang namanya aron ralston, ya layaknya adventurer sejati mereka berpergian sendiri sendiri, very kindly bertemu dengan petualang lain berbagi kesenangan.
Blue jhon canyon, mungkin jadi mimpi buruk aroon, diperankan oleh james franco. Hei look, mereka mirip? Yeaah. Hahaha. Disana aron harus menulis tanggal kematiannya yang belum direstui tuhan, disana aron harus meninggalkan pergelangan tangan kanannya.
Gue gak mau cerita semua detailnya, guepengen kalian nonton sendiri. Ngerasain apa yang gue rasain.
Okay, perasaan gue saat ini,
Pertama :sekali gue kangen,sama yang pernah rekomendasiin film ini 3 tahun yang lalu.  Sang mantan, hahah. Abis nulis ini rencana gue mau leave message buat dia, dan pasti di ketawain, dibilang kudet. Ah masa bodoh.
Kedua : eh ternyata english gue gak parah parah amat. Dari awal sampe akhir ternyata pake subtitle english, gak nyadar,, eh  tapi ternyata I GOT ALL! ALL THEY WANT TO TELL ME
Ketiga : pesan filmnya sederhana, stay positive! Gue tertarik dengan cara aron survive, dia gunakan imajinasi,  ngabayangin semua yang menyenangkan (kecuali pas ngebayangin minuman. Itu bikin depress). Trus lagi pesannya, emang ya,, disaat kita down yang bisa bikin bangkit orang orang yang kita cintai. Gue terharu, aron gak berenti berentinya bilang, mom im sorry, i love you, dad.. 
And then,, di closing segment tadi dibilang, aron tetap jadi climber dan canyoner  dan dia selalu meninggalkan pesan, kemana dia pergi. Biar kalo ilang ato gak pulang 5 hari bisa dicari tim sars.
Well, i think enough for tonite.  Thanks for your attention, silent reader. Always love you

Sabtu, 29 Juni 2013

Riwayat Tarian Pemanggil Hujan

         ini malam minggu ya? waaaaah sudah berapa bulan gue LUPA ngelewatin malam minggu. (baca : pura pura lupa) Indikator itu bisa dijadikan acuan seberapa lama gue sendiri. ya yaa.... menyibukkan diri sangat besar manfaatnya. kerja malam minggu apalagi, bisa ngupek_i orang yang jalan sama pacarnya itu kenikmatan tersendiri. Jadi pengamat fashion pun sering gue lakuin. contohnya aja minggu kemaren gue shocking banget liat cewe kece ditebengin motor ombrengan dengan cowok berantakan. gue tau mereka pacaran karena si cewek meluk cowok kayak gak bisa dilepasin lagi padahal itu dilampu merah loh. issh..  nah, disana gue mikir, cara berpakaian siapa sih yang salah? si cowok ato si cewe nya?? sadar motor jelek kayak gitu masih pake gaun. Sadar cowok jelek macam itu masih aja dimesra mesrain depan umum. ah Tuhan memang Maha Adil.

        SadNite kali ini gue nikmatin di rumah aja. si caca lagi sakit, adek gue si febboy juga nginap dirumah, besok tes SIMAK UI katanya... wah berasa tua kalo ngebahas anak SMA nyari kuliahan. hihihi
caca yang tadinya baring lemah lunglai datang si febboy langsung sembuh dia. 19.58 detik ini mereka malah keluar dan ninggalin gue sendirian di rumah sibuk sama henpon dan tanktop *eh laptop.
        Sepertinya gue mulai bosan dengan malam minggu yang tenang seperti ini. sudah bolehkan gue ngeluarin mantra dan melakukan ritual tarian pemanggil hujan????? sebelum mereka pergi gue udah jingkrak jingkrak sih...
         huft... cerita tentang mitos penari pemanggil hujan sebenarnya sudah lama beredar. entah dari siapa kabar burung itu berhembus, bahkan sebelum gue terlibat dalam dunia merana ini sudah ada isu isu tentang kesadisan pemanggil hujan.
        Jadi ceritanya gini, zaman dahulu sebelum malam minggu menjadi malam suci bagi pasangan muda mudi yang menjalin kasih, saat malam minggu masih dikenal dengan panggilan sabtu malam, dunia terasa tentram. tanpa badai yang menerjang tanpa suasana yang mencekam.
entah karena pengaruh kerajaan besar romawi yang mana, gue juga gak tau, hari minggu dijadikan hari libur sedunia dan jadilah malam minggu sangat KERAMAT!
       Ceritanya seorang pengusaha yang mempunyai ribuan pekerja tidak setuju dengan keputusan sang Raja, dia menginginkan libur dihapuskan karena akan mengurangi produksi dari pabrik yang dikelolanya. dia mulai membuat surat ajuan kepada Raja. Sang Raja agak kesal karena kelakuan pengusaha yang tamak ini. Raja membalas surat  tersebut dengan menasihati pentingnya liburan bagi kesehatan para pekerja. Pengusaha tidak terima diceramahi. maka besok paginya pengusaha mendatangi Raja. terjadilah perdebatan panjang. pengusaha mencoba menyuap alias menyogok raja agar hari minggu tetap bekerja.  Raja sangat murka. dan kemudian dengan kekuatan super sang Raja  titisan Neptunus dia mengutuk sang pengusaha menjadi jomblo seumur hidup.
" Rasakan olehmu kehidupan tanpa cinta tanpa pasangan tanpa kekasih dalam kesendirian. dengan ini aku sebut kau JOMBLO TERKUTUK !!! "
 Raja terengah setelah menyebutkan kutukan yang maha dahsyat tersebut, sedangkan pengusaha hanya melonggo tidak percaya akan yang barusan terjadi dan menganggap itu hanya takhayul. Raja yang masih esmosi mengusir pengusaha keluar dari istana.
          Pengusaha merasa dilecehkan dan dengan gagahnya berjalan membelakangi raja dan memulai semacam gerakan kombinasi tari gelombang + tap dance + tari samba + tari waka waka + tari poco poco sambil melenguh lenguh memanggil sesuatu.  Raja dan seisi istana binggung. Mau marah tapi penasaran. sesaat sebelumnya penasehat raja membisikkan sesuatu yang membuat muka Raja membiru. "dia keturunan Pelahap Maut yang di Film Harry Potter itu loh Yang Mulia". 

         Seketika hujan lebat disertai badai katrina menyapu nagari tersebut. Sang Raja tau dia telah melakukan kesalahan yang fatal. Pengusaha memandang raja dengan alis terangkat seolah mengisyaratkan "bagaimana tarian pemanggil hujan gue, kece badai kan???"
       
_________________________________________________________________________________

nah begitulah riwayat tetang tarian pemanggil hujan yang sering dipraktek an para jomblo.  Tapi mantra dan tarian ini kurang bisa diprediksi keampuhannya. hal itu karena para pencinta alias yang pacaran sudah menemukan penangkalnya. Mulai dari menyebar garam sambil membaca mantra sampai melempar pakaian dalam ke atas  genteng... wahahahahhaha

sekian terima kasih. Salam damai para jomblo *kedip kedip :*